Pemilihan tekstur dan material, Sumber: pexels.com

11 Elemen Dekorasi Interior yang Sering Terlupakan, Padahal Berpengaruh pada Suasana Ruangan

Dekorasi interior yang tepat mampu membuat ruang terasa lebih nyaman dan memiliki karakter. Dekorasi interior tidak hanya berkaitan dengan pemilihan furniture dan warna dinding. Ada banyak elemen kecil yang sering terabaikan.

Padahal, hal-hal kecil tersebut justru dapat memberikan pengaruh besar terhadap suasana ruangan. Ketika menata sebuah ruangan, kebanyakan orang hanya fokus pada sofa, meja, atau hiasan utama. Sedangkan detail kecil seperti cermin, karpet, atau tirai sering terlewatkan.

Elemen Dekorasi Interior yang Sering Terlupakan

Aksesoris kecil yang sering Anda abaikan ternyata bisa berpengaruh pada suasana ruangan. Berikut adalah beberapa elemen dekorasi interior yang sering terlupakan padahal cukup berdampak pada suasana ruangan.

1. Tirai dan Gorden

Tirai dan gorden, Sumber: pexels.com
Tirai dan gorden, Sumber: pexels.com

Tirai sering dianggap sebagai pelengkap jendela, padahal pemilihan tirai dapat mempengaruhi suasana ruangan. Warna, bahan, dan panjang tirai bisa membuat ruang terasa lebih hangat, terang, luas, atau justru lebih formal.

Menurut penulis, gorden yang terlalu pendek sering membuat ruangan terlihat kurang proporsional. Oleh karena itu, ukur jendela dan tinggi plafon terlebih dahulu sebelum menentukan model tirai agar hasil akhirnya terlihat lebih rapi.

2. Karpet

Karpet, Sumber: pexels.com
Karpet, Sumber: pexels.com

Karpet bisa membantu membuat ruangan terasa lebih nyaman sekaligus menyatukan beberapa furniture dalam satu area. Selain memberikan tekstur, karpet juga dapat menjadi pembatas antara ruang keluarga, ruang makan, dan area lainnya.

Ukuran karpet sebaiknya disesuaikan dengan luas ruangan dan posisi furniture. Jangan sampai karpet terlalu kecil sehingga terlihat seperti hanya diletakkan di tengah ruangan tanpa memiliki keterkaitan dengan elemen lainnya.

3. Cermin

Cermin di ruangan, Sumber: pexels.com
Cermin di ruangan, Sumber: pexels.com

Cermin bukan hanya digunakan untuk bercermin akan tetapi bisa sekaligus sebagai elemen dekorasi yang menarik. Penempatan cermin di area yang tepat mampu membantu memantulkan cahaya dan membuat ruangan kecil terasa lebih lapang.

Penulis pribadi cukup menyukai penggunaan cermin berukuran besar pada ruangan dengan pencahayaan terbatas. Namun, bentuk bingkai tetap perlu diperhatikan agar cermin terlihat menyatu dengan gaya furniture dan dekorasi yang sudah ada.

4. Tanaman Indoor

Tanaman indoor, Sumber: pexels.com
Tanaman indoor, Sumber: pexels.com

Tanaman yang Anda letakkan bisa membuat ruangan terasa lebih segar. Tidak harus menggunakan tanaman berukuran besar, beberapa tanaman kecil yang diletakkan di atas meja atau rak juga sudah cukup untuk memberikan sentuhan natural.

Pilih jenis tanaman berdasarkan kondisi ruangan. Perhitungan luas ruangan dan intensitas cahaya yang bisa masuk ke dalamnya. Menurut penulis, terlalu banyak tanaman justru dapat membuat area terlihat penuh. Jadi, secukupnya saja.

5. Bantal Dekoratif

Bantal Dekoratif, Sumber: pexels.com
Bantal Dekoratif, Sumber: pexels.com

Bantal dekoratif sering dianggap sepele karena ukurannya kecil. Padahal, perpaduan warna dan motif bantal dapat memberikan perubahan pada sofa maupun tempat tidur tanpa harus mengganti furniture utama.

Anda bisa menggunakan beberapa bantal dengan ukuran atau tekstur berbeda agar tampilannya lebih menarik. Yang penting, pilih warna yang masih memiliki hubungan dengan elemen lain supaya ruangan tetap terlihat harmonis.

6. Karya Seni dan Hiasan Dinding

Hiasan dinding, Sumber: pexels.com
Hiasan dinding, Sumber: pexels.com

Dinding yang terlalu kosong terkadang membuat ruangan terasa kurang hidup. Lukisan, foto, poster, atau karya seni lainnya dapat digunakan untuk memberikan sentuhan personal sekaligus memperkuat suasana yang ingin dibangun.

Dalam memilih elemen dekorasi interior, jangan hanya mengikuti tren. Menurut penulis, hiasan yang memiliki cerita atau sesuai dengan selera penghuni justru membuat ruangan terasa lebih personal dan tidak seperti ruang yang dibuat berdasarkan katalog.

7. Aksesori di Atas Meja

Aksesori di Atas Meja, Sumber: pexels.com
Aksesori di Atas Meja, Sumber: pexels.com

Meja tidak harus dibiarkan kosong setelah digunakan. Vas bunga, tempat lilin, mangkok dekoratif, atau benda koleksi bisa menjadi aksesoris yang mampu mempercantik ruangan tanpa Anda perlu melakukan perubahan besar.

Namun, hindari menaruh terlalu banyak barang sekaligus. Susunan yang sederhana biasanya terlihat lebih rapi dan memberikan ruang kosong yang membuat dekorasi tetap memiliki perhatian tersendiri.

8. Pencahayaan Dekoratif

Lampu meja, Sumber: pexels.com
Lampu meja, Sumber: pexels.com

Lampu utama memang penting, akan tetapi pencahayaan dekoratif juga dapat mengubah suasana ruangan. Lampu meja, lampu dinding, atau lampu lantai dapat menciptakan pencahayaan yang lebih lembut dan nyaman.

Menurut penulis, pencahayaan sebaiknya dirancang mengikuti aktivitas ruangan. Area membaca membutuhkan cahaya yang cukup, sedangkan ruang santai dapat menggunakan pencahayaan yang lebih lembut agar suasananya terasa tenang.

9. Handle dan Detail Furniture

Handle pintu, Sumber: pexels.com
Handle pintu, Sumber: pexels.com

Handle lemari, laci, dan pintu furniture sering luput dari perhatian ketika menata ruangan. Padahal, bentuk dan material yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap tampilan furniture dan keselarasan desain interior secara keseluruhan.

Jika ingin memperbarui tampilan tanpa membeli furniture baru, mengganti handle bisa menjadi solusi sederhana. Pilih model yang sesuai dengan prinsip desain interior agar detail tersebut tetap menyatu dengan keseluruhan ruangan.

10. Aksesori Kecil dan Benda Personal

Aksesoris personal, Sumber: pexels.com
Aksesoris personal, Sumber: pexels.com

Foto keluarga, buku, koleksi, atau benda kenangan dapat membuat ruangan terasa lebih dekat dengan penghuninya. Benda-benda tersebut juga dapat menjadi pembeda antara ruangan yang terasa hidup dan ruang yang hanya terlihat bagus secara visual.

Menurut penulis, dekorasi tidak harus selalu mahal untuk terlihat menarik. Justru benda sederhana yang memiliki cerita sering menjadi elemen dekorasi interior yang membuat penghuni merasa lebih nyaman berada di dalam ruangan.

11. Tekstur dan Material

Pemilihan tekstur dan material, Sumber: pexels.com
Pemilihan tekstur dan material, Sumber: pexels.com

Perpaduan tekstur sering terlupakan ketika orang hanya fokus pada warna. Kayu, kain, kaca, logam, dan material lainnya dapat digunakan bersama untuk memberikan variasi sehingga ruangan tidak terlihat datar atau monoton.

Saat memilih berbagai detail tersebut, pertimbangkan kriteria desain interior seperti fungsi, kenyamanan, keseimbangan, dan kesesuaian dengan kebutuhan penghuni. Jika penataan membutuhkan pekerjaan menyeluruh, jasa fit out interior dapat sangat membantu.

Wujudkan Interior yang Tepat Bersama Jogosawa

Pada akhirnya, elemen dekorasi interior tidak harus selalu mencolok untuk memberikan pengaruh. Detail kecil yang dipilih dan ditempatkan dengan tepat justru dapat membuat ruangan terasa lebih nyaman dan mampu mencerminkan kepribadian penghuninya.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk membangun atau menata ruang, Jogosawa dapat menjadi pilihan kontraktor interior untuk membantu mewujudkan konsep sesuai kebutuhan. Perencanaan yang matang membuat setiap elemen dapat ditempatkan secara tepat.

Jogosawa menyediakan layanan one stop system untuk berbagai kebutuhan konstruksi, renovasi, interior, dan eksterior. Dengan layanan terpadu, Anda dapat berkonsultasi mengenai proyek secara menyeluruh tanpa perlu mengatur banyak penyedia jasa secara terpisah.

en_USEN
Scroll to Top